Lion Air Batalkan Penerbangan ke Bali 

detak.co.id TANGERANG - Maskapai Lion Air membatalkan seluruh penerbangan ke Bali. Ini menyusul aktivitas Gunung Agung yang mengeluarkan abu vulkanik sehingga mengganggu penerbangan dan untuk keselamatan dan keamanan penumpang.

Lion Air Group yang menaungi beberapa maskapai seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air yang seluruhnya beroperasi melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali terpaksa membatalkan sejumlah jadwal penerbangannya.

Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan, untuk maskapai Lion Air pada hari ini membatalkan 52 nomor penerbangan yang melayani penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali. Baik rute domestik mau pun internasional.

Sedangkan untuk maskapai Wings Air terpaksa tidak mengoperasikan 25 nomor penerbangannya. Dan untuk Batik Air membatalkan 14 nomor penerbangan.

Hal yang sama juga dilakukan Malindo Air  turut membatalkan empat nomor penerbangan dari Kuala Lumpur. Begitu pun Thai Lion Air yang berbasis di Thailand juga tidak mengoperasikan dua nomor penerbangan yang melayani tujuan Bangkok – Denpasar.

“Seluruh pelanggan Lion Air Group yang terkena dampak pembatalan penerbangan tersebut dapat melakukan refund dan me-reschedule jadwal penerbangannya dengan menghubungi pelayanan call center mau pun customer service Lion Air Group yang tersedia di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, Bali, mau pun bandara - bandara asal yang menuju Denpasar,” terangnya.

Menurutnya, Lion Air Group terus berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait seperti penyelenggara layanan meteorologi penerbangan, penyelenggara navigasi penerbangan, pengelola bandara, otoritas bandara, serta beberapa jajaran lainnya. Hal ini tentu dilakukan bersama - sama untuk tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami berharap kondisi akan kembali normal dengan segera. Sehingga aktivitas pelayanan penerbangan dari mau pun menuju Bali dapat berjalan kembali," tandasnya.

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top