Kang Budi Euy Hibur Ratusan Siswa di NTT

Pendongeng Kang Budi euy saat mendongeng di Kampung Lamakera, Desa Moton Wutun, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Pendongeng Kang Budi euy saat mendongeng di Kampung Lamakera, Desa Moton Wutun, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur istimewa

detak.co.id TANGERANG - Pendongeng keliling asal Tangerang Budi Euy, mendongeng dihadapan ratusan siswa di Kampung Lamakera, Desa Moton Wutun, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, (9/12/2017).

Pertunjukan dongeng yang digelar di Ruang Tunggu Pelabuhan Lamakera itu disaksikan sekitar 300 siswa Taman Kanak-kanak, SD Inpres, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lamakera.

Kang Budi tampil dalam acara Panggung Gembira yang digagas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI. Dalam kesempatan langka itu, Budi membawakan cerita Raja yang Durhaka pada Perempuan dan Anak-anak, yang dikemas dalam pertunjukan dongeng dengan pendekatan teater modern dan tradisi, dengan tagline menghibur, mendidik, dan mencerahkan.

"Alhamdulillah para siswa antusias menyaksikan pertunjukan dongeng yang saya bawakan. Respon, reaksi, dan spontanitas mereka terhadap cerita yang saya bawakan juga bagus sekali. Mereka juga diajak terlibat dalam pertunjukan dongeng saya," ujarnya.

Diterangkannya, cerita yg dibawakan Budi berkaitan dengan tema keperempuanan dan anak, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik itu yang terjadi dalam rumah tangga, sekolah, maupun lingkungan sosial. Walaupun Lamakera berada di ujung pulau Flores, udaranya panas, dan kokasinya jauh sekali, namun pemandangannya indah dan cantik luar biasa. Penduduknya ramah-ramah dan santun.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT masih tinggi. Karena itu, Panggung Gembira dijadikan ajang menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak.

Selain itu juga sebagai ajang kampanye mengajak seluruh warga NTT agar menghentikan melakukan kekerasaan terhadap perempuan. "Saya menghimbau kepada warga agar menghentikan melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Komisi IX DPR RI Ali Taher bersama Menteri Yohana melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Bukit Peradaban di kawasan perbukitan Lamakera.

Rate this item
(0 votes)
Go to top