Pilkada Kota Banjar, Petahana Diprediksi Sulit Dikalahkan

Detak.co.id BANJAR-Sosok Herman Sutrisno, mantan Wali Kota Banjar yang sangat populer dan gemar mengunjungi masyarakat seakan menjadi sosok central dalam peta politik jelang Pilkada 2018 Kota Banjar, Jawa Barat. 

Pria yang hobi olahraga bersepeda ini sejatinya adalah seorang dokter umum biasa yang mengabdi selama hampir 30 tahun, setiap hari jumat dia selalu olahraga bersepeda dengan mengelilingi sudut Kota Banjar untuk memantau langsung perkembangan Kota Banjar. 

Berbagai prestasi telah ditorehkan selama masa kepemimpinannya menjadi Walikota Banjar selama dua periode.Sejarah mencatat saat Banjar mandiri sebagai kota pada tahun 2003, nama Herman Sutrisno menjadi bagian formatur pemekaran Banjar dari Ciamis. 

Ketika terpilih memimpin wilayah tersebut. Harapan masyarakat terhadap daerah yang terletak di ujung perbatasan Jawa Barat itu begitu besar. Herman dengan berbekal pengalaman mengelola Ciamis. Ia menyiapkan segudang rencana jangka pendek maupun jangka panjang. 

Selain pembangunan infrastruktur kota, seperti pengembangan jalan dan jembatan, Herman juga fokus pada peningkatan layanan masyarakat. Yaitu kesehatan dan pendidikan. Di bidang pendidikan, ada program Bantuan Operasional Sekolah, untuk menekan angka prediksi drop out pada 2004. 

Setiap anak yang dinilai tidak dapat bersekolah lantaran tidak mampu atau kekurangan biaya dapat dibantu Rp 250 ribu per tahun untuk siswa sekolah menengah pertama. Adapun untuk sekolah menengah atas, bantuannya sebesar Rp500 ribu per tahun. Bantuan itu sudah sangat relevan dan besar dibanding daerah lain.

Di bidang pelayanan kesehatan, Herman membebaskan biaya berobat puskesmas bagi mereka yang membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan berlaku sama jika harus  berobat ke rumah sakit daerah dan hanya diberlakukan bagi warga miskin.

Setahun kemudian Herman pun membangun sebanyak 42 pos kesehatan desa yang terdapat di 25 desa dan kelurahan. Setiap pos memiliki tenaga medis bidan dan perawat. Sedangkan tenaga dokter datang tiga kali dalam seminggu. Puskesmas pun diperbanyak dari awalnya hanya dua menjadi empat puskesmas. 

Atas itu, indeks kepuasan masyarakat terhadap kesehatan pun terus naik. Secara prosentasi indeks kepuasan masyarakat berada di angka 77 persen.Jejak keberhasilannya memimpin Banjar kini tengah diikuti oleh isterinya Ade Uu Sukaesih, yang menjadi Walikota Banjar saat ini. Tidak jauh darinya Ade Uu Sukaesih pun banyak menorehkan prestasi dalam memimpin Kota Banjar.

Selain pelayanan masyarakat Ade Uu juga sangat peduli dan perhatian terhadap dunia pendidikan usia dini (PAUD) yang mana pendidikan usia dini perannya dianggap begitu penting demi mencetak generasi bangsa yang baik. Atas program kerjanya, iapun meraih berbagai penghargaan seperti Adipura. Selain itu, ia juga berperan pada tingkat kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat Banjar.

Bahkan Ade Uu tak pernah merasa risih dan jijik untuk memberi contoh dalam hal jangan membuang sampah sembarangan ketika beliau mencontohkan turut serta membersihkan sampah disela kegiatan jumat bersih alias (jumsih).Saat ini Ade Uu Sukaesih dari Golkar yang telah resmi menggandeng Nana Suryana dari PDIP di gadang-gadang menjadi calon kuat Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjar di Pilkada 2018. 

Dari hasil survei pasangan Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana yang begitu dominan sehingga menciutkan calon pasangan lain untuk bisa maju head to head di pilkada banjar 2018, tak ayal satu per satu calon lawan pun mulai berfikir rasional. Sehingga muncul wacana bung-bung kosong pun begitu santer di tengah masyarakat Banjar.

Aktifis muda Kota Banjar Husni Mubarak menilai, wajar jika wacana bung-bung kosong menghantui pehelatan pilkada Banjar 2018 nanti. Soalnya, sampai saat ini belum keliatan adanya sinyal calon lawan yang serius untuk melawan pasangan calon Ade Uu Sukaesih dan Nana Suryana (Asih Saenyana) yang telah resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Walikota Banjar periode 2018-2023. "Kita lihat saja pada 8 Januari nanti apakah benar ada pasangan calon yang serius melawan ketangguhan sang petahana yang selama ini dianggap dinasty," katanya.

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top